TUGAS SIP

Senin, 10 Maret 2014

Ketelitian Peta (SNI)

Jenis-jenis peta berdasarkan isinya dibagi menjadi 2 yaitu, peta dasar dan peta tematik. Peta dasar merupakan peta yang menggambarkan permukaan secara umum, contohnya adalah sungai, laut, dsb. Sedangkan peta tematik merupakan peta yang menggambarkan suatu informasi tentang kejadian atau situasi tertentu yang ada di permukaan bumi, contohnya peta curah hujan, peta laju erosi, dsb.

Peta berdasarkan skala dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu peta kadaster/teknik, skala besar, skala sedang, dan skala kecil. Peta kadaster yaitu peta yang memiliki skala antar 1:100 – 1:5000, contohnya peta perumahan. Peta skala besar memiliki skala lebih dari skala 1:75000, contohnya peta kelurahan. Peta sklaa sedang miliki skala antara 1:75000-1:1000000, contohnya peta provinsi. Peta skala kecil memiliki skala lebih kecil dari 1000000, contohnya peta benua.

Di dalam peta, terdapat komponen-komponen agar dapat mudah dibaca, dan tidak membingungkan para pembacanya. Komponen-komponen itu terdiri dari, judul peta, skala peta, system proyeksi peta, legenda peta, petunjuk arah, dan sumber dan tahun pembuatan peta. Judul peta merupakan nama daerah yang tergambar di peta. Skala merupakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dari permukaan bumi, misalkan skala 1:50000, maka cara membacanya 1 cm di peta sama dengan jarak 50000cm di permukaan bumi. System proyeksi peta merupakan perubahan yang awalnya berupa gambar permukaan bumi yang tiga dimensi ke bidang datar yakni dua dimensi. Legenda peta adalah simbol-simbol sebagai keterangan obyek yang ada di peta agar mudah dibaca. Petunjuk arah adalah keterangan untuk penujuk arah mata angin. Terkahir adalah sumber dan tahun pembuatan peta yaitu untuk menerangkan waktu pembuatan dan identitas peta.


Semua yang nampak pada lembar peta, kecuali nama-nama geografis (toponimi) yang ditulis, adalah berupa simbol dan warna. Simbol dan warna adalah satu cara agar dapat berkomunikasi dengan pengguna sehingga informasinya dapat dipahami dan dimengerti. Selain itu skala peta sangat berpengaruh terhadap detil objek karena hampir tidak mungkin menggambarkan suatu objek sesuai dengan  skalanya.
Di bawah ini adalah simbol dan warna yang biasa digunakan untuk peta dasar rupabumi Indonesia 1 : 10.000, skala 1 : 25.000, skala 1 : 50.000 dan skala 1 : 250.000.
Merah
unsur transportasi darat seperti, jalan, jalan setapak.
Hitam
unsur buatan manusia, gedung, rumah, jembatan, dan batas administrasi
Biru
unsur hidrologi seperti air, sungai, danau, dan sawah.
Coklat
unsur relif, garis kontur
Hijau
unsur vegetasi seperti hutan, Kebun, dan belukar.
Putih
unsur yang sedikit vegetasinya seperti tegalan
 


Salah satu peta yang dihasilkan oleh BADAN INFORMASI GEOSPASIAL adalah Peta Rupabumi Indonesia (RBI). Peta RBI yang dihasilkan oleh BADAN INFORMASI GEOSPASIAL  meliputi skala 1:1.000.000, 1:250.000, 1:100.000, 1:50.000, 1:25.000 dan 1:10.000 dimana seluruh wilayah Indonesia dibagi ke dalam grid-grid ukuran peta yang sistematis.

Skala Peta Ukuran Lintang (L) Ukuran Bujur (B)
1 : 1.000.000 4 ° 6 °
1 : 500.000 2 ° 3 °
1 : 250.000 1 ° 1 ° 30’
1 : 100.000 30‘ 30’
1 : 50.000 15’ 15’
1 : 25.000 7’ 30” 7’ 30”
1 : 10.000 2’ 30” 2’ 30”

Peta Dasar Rupabumi Indonesia Skala 1 : 10.000 berukuran 2’ 30” x 2’ 30” ( ± 46 cm) dimana ukuran tersebut dibagi dalam 15 x 15 kotak yang dibentuk oleh garis vertikal (bujur) dan garis horisontal (lintang) yang biasa dikenal sebagai grid geografi yang berukuran 10” x 10”.
Catatan : Dalam pencetakan pingggir atas dan kiri peta dilebihkan kurang lebih 1 cm untuk  keperluan penggabungan antar lembar peta.
 
Peta Dasar Rupabumi Indonesia Skala 1 : 25.000 berukuran 7’ 30” x 7’ 30” ( ± 55 cm) dimana ukuran tersebut dibagi dalam 15 x 15 kotak yang dibentuk oleh garis vertikal (bujur) dan garis horisontal (lintang) yang biasa dikenal sebagai grid geografi yang berukuran 30” x 30”.
Catatan : Dalam pencetakan pingggir atas dan kiri peta dilebihkan kurang lebih 1 cm untuk  keperluan penggabungan antar lembar peta.
Peta Dasar Rupabumi Indonesia Skala 1 : 50.000 berukuran 15’ x 15’ ( ± 55 cm) dimana ukuran tersebut dibagi dalam 15 x 15 kotak yang dibentuk oleh garis vertikal (bujur) dan garis horisontal (lintang) yang biasa dikenal sebagai grid geografi yang berukuran 1’ x 1’
Catatan : Dalam pencetakan pingggir atas dan kiri peta dilebihkan kurang lebih 1 cm untuk  keperluan penggabungan antar lembar peta.

Peta Dasar Rupabumi Indonesia Skala 1 : 250.000 berukuran 1° x 1° 30’  (45 x 65 cm) dimana ukuran tersebut dibagi dalam 9 x 6 kotak yang dibentuk oleh garis vertikal (bujur) dan garis horisontal (lintang) yang  dikenal sebagai grid geografi yang berukuran 10’ x 10’
Catatan : Dalam pencetakan pingggir atas dan kiri peta dilebihkan kurang lebih 1 cm untuk  keperluan penggabungan antar lembar peta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar