Supervised
Classification/Proses klasifikasi didasarkan pada ide bahwa pengguna (user) dapat
memilih sampel pixel – pixel dalam suatu citra yang merepresentasikan
kelas-kelas khusus dan kemudian mengarahkan perangkat lunak pengolahan
citra (image processing software) untuk menggunakan pilihan-pilihan
tersebut sebagai dasar referensi untuk pengelompokkan pixel-pixel lainnya dalam
citra tersebut. Wilayah pelatihan (training area) dipilih berdasarkan
pada pengetahuan dari pengguna (the knowledge of the user).
Dengan
klasifikasi ini, kita lebih bebas untuk memilah data citra sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya dalam suatu kawasan kita hanya akan melakukan klasifikasi
terbatas pada jenis jenis kenampakan secara umum semisal jalan, pemukiman,
sawah, hutan, dan perairan. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan klasifikasi
ini. Proses input sampel juga cukup mudah, hanya saja perlu ketelitian dan
pengalaman agar sampel yang kita ambil dapat mewakili jenis klasifikasi. Baik
buruknya sampel, Diwujudkan dalam nilai indeks keterpisahan.
Proses
klasifikasi dengan pemilihan kategori informasi yang diinginkan dan memilih
training area untuk tiap ketegori penutup lahan yang mewakili sebagai kunci
interpretasi merupakan klasifikasi terbimbing. Klasifikasi terbimbing digunakan
data penginderaan jauh multispectral yang berbasis numeric, maka pengenalan
polanya merupakan proses otomatik dengan bantuan komputer.
Klasifikasi
terbimbing yang didasarkan pada pengenalan pola spectral terdiri atas tiga
tahapan, yaitu:
- Tahap training sample: analisis menyusun kunci interpretasi dan mengembangkan secara numeric spectral untuk setiap kenampakan dengan memeriksa batas daerah (training area).
- Tahapan klasifikasi: setiap pixel pada serangkaian data citra dibandingkan steiap kategori pada kunci interpretasi numeric, yaitu menentukan nilai pixel yang tak dikenal dan paling mirip dengan kategori yang sama. Perbandingan tiap pixel citra dengan kategori pada kunci interpretasi dikerjakan secara numeric dengan menggunakan berbagai strategi klasifikasi (dapat dipilih salah satu dari jarak minimum rata-rata kelas, parallelepiped, kemiripan maksimum). Setiap pixel kemudian diberi nama sehingga diperoleh matrik multi dimensi untuk menentukan jenis kategori penutupan lahan yang diinterpretasi.
- Tahapan keluaran: hasil matrik didenileasi sehingga terbentuk peta penutupan lahan, dan dibuat tabel matrik luas berbagai jenis tutupan lahan pada citra.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar