TUGAS SIP

Kamis, 29 Mei 2014

RESUME PPT


THE CITY OF BANDUNG AND REVIEW SPATIAL PLANNING STRATEGIES IN 200


Kotamadya Bandung menyadari banyak strategi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dalam Rencana Strategis Kota Bandung dan Master Plan 2013. Salah satu strategi adalah untuk mengembangkan rencana konservasi alam dan sejarah. Namun, adanya masalah hukum, sosial, ekonomi serta teknis saat ini, banyak dari strategi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya.
Mencermati kondisi sekarang dari Kota Bandung , Master Plan 2013 telah gagal untuk menyadari masalah-masalah sosial dan teknis hukum. Kepemilikan tanah swasta besar dan ruang terbatas di kota telah melarang Master Plan untuk dilaksanakan. Beberapa isu-isu sosial seperti perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak diusulkan untuk diselesaikan meskipun strategi hidup kepadatan tinggi sudah dipertimbangkan. Sementara daerah untuk masyarakat bekerja dan permukiman kumuh juga tidak jelas terungkap dalam rencana.
Selain itu, kawasan konservasi alam di Utara Bandung tidak dapat dilaksanakan karena masalah hukum dengan pemilik tanah dan Pemerintah Pusat. Karena meningkatnya nilai tanah dan pengendalian pembangunan yang kurang ketat di daerah tersebut.
Sebagai kesimpulan, dengan kondisi seperti ini, Kota Bandung telah mencoba melakukan upaya terbaik dalam menentukan strategi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Sayangnya sangat sulit untuk menerapkannya karena penerimaan publik yang rendah, pengendalian pembangunan kurang ketat serta keterbatasan hukum dan keuangan.
Adapun pentingnya penggunaan Sistem Informasi Perencanaan yaitu GIS dalam Jurnal ini adalah :
  1. Digunakan untuk mengetahui potensi Sumber Daya yang dimiliki oleh wilayah perencanaan
  2. Digunakan untuk mengetahui kendala fisik suatu wilayah perencanaan
  3. Digunakan untuk menunjukkan arah perkembangan dari suatu wilayah perencanaan



MENGGUNAKAN GIS SEBGAI ALAT PERENCANAAN LAHAN PERTANIAN  

Kegunaan GIS dalam Perencanaan Lahan Pertanian :
  • Data survei tanah dan Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah alat penting dalam perencanaan penggunaan lahan.  
  • Data survei tanah dan Sistem Informasi Geografis (GIS) saling terkait, mereka mewakili sumber tak ternilai dan kurang dimanfaatkan  
  • Tanah berbasis GIS membuat proses pengambilan keputusan yang lebih akurat, otomatis, dan efisien. 
Fungsi GIS dalam Perencanaan Lahan Pertanian
  • GIS juga memungkinkan informasi tanah tabulasi untuk rujukan geografis dan mudah dikonversi ke peta geografis dan interpretatif, menyediakan pengguna dengan representasi visual dari data tabular.  
  • Konversi informasi dicetak ke format digital dan integrasi menggunakan GIS memungkinkan tata guna lahan perencana untuk mengkorelasikan beberapa lapisan data ke satu lokasi dan memanipulasi tampilan data untuk memvisualisasikan tren dan pola.
Keuntungan Menggunakan GIS dalam Perencanaan Lahan Pertanian
  • GIS memungkinkan akses ke informasi dalam jumlah besar secara cepat dan efisien.
  • GIS adalah sistem pemetaan tematik, yang berarti dapat menghasilkan peta berdasarkan tema-tema seperti tanah atau hidrologi. 
  • Keuntungan lain dari GIS adalah produk yang dinamis, bukan statis produk, sehingga mudah untuk mengupdate, mengedit, dan mereproduksi peta.
GIS yang dihasilkan oleh proyek ini, ditingkatkan dan diperbarui informasi tanah yang tersedia bagi staf Pusat dan sangat meringankan proses pengambilan keputusan. Akan lebih mudah untuk Pusat untuk mereproduksi peta disesuaikan dengan cepat pada permintaan, memungkinkan peta yang akan dibuat dan dibawa ke lapangan ketika mereka dibutuhkan. Sebagai contoh, para peneliti tanaman akan dapat menambahkan tabel atribut hasil penelitian masa lalu untuk peta plot penelitian. 



Memfasilitasi Perencanaan dan Manajemen Perkotaan di Tingkat Daerah  Melalui Pengembangan SDI
(Studi Kasus Lahore - Pakistan)

SPATIAL DATA INFRASTRUKTUR (SDI)
SDI adalah suatu perangkat sistem managemen data spasial yang mencakup kelembagaan, kumpulan data dasar spasial. Diharapkan peningkatan berbagi informasi
dan aplikasi melalui SDI lokal dapat membantu para ahli dalam mencapai kehidupan perkotaaan yang lebih baik
melalui perbaikan perencanaan & manajemen perkotaan
            Tujuan  dari SDI adalah memfasilitasi dan mengkoordinasikan berbagai informasi spasial  antara stakeholder. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menghemat sumber daya, waktu dan upaya menghindari duplikasi usaha yang berhubungan dengan pengumpulan informasi, pemeliharaan dan  integrasi (Chan et al., 2001).

IMPLEMENTASI GIS DALAM SDI
  •  Implemenatasi gis dalam SDI dapat berupa data data seperti data vektor, raster, alfanumerik dan multimedia. Data ini tersedia dalam format cetak atau digital
  • Dalam kasus alfanumerik, dapat  diubah menjadi format digital menggunakan perangkat lunak database sederhana
  • Data tentang penduduk, perumahan, fasilitas masyarakat, ekonomi dll dapat diproses untuk overlay pada peta
  • Informasi tentang utilitas infrastruktur sangat penting untuk mengevaluasi daya tampung dan kapasitas  sesuai dengan hasil analisis
  • yang dihasilkan menampilkan berbagai jenis tanah mulai dari tanah yang paling cocok sampai dengan tanah yang kurang cocok.
SDI DAN PENATAAN RUANG
  • Pada dasarnya dalam tatana SDI, proses perencanaan tata ruang lebih bersifat sebagai pengguna (user) data spasial dimana data spatal diperlukan dalam proses penataan ruang 
  • Selain peta dasar, dalam perencanaan tata ruang juga memerlukan data spatial yang terkait dengan kondisi fisik wilayah, seperti kerentanan terhadap bencana, keanekaragaman hayati, oseanografi, iklim dan geofisika, serta data fisik wilayah lainnya
  • Pembangunan data spatial pada umumnya memerlukan pembiayaan yang reltif besar baik dalam proses pengadaan data mentah, pengolahan dan analisa data maupun penyajian dalam wujud peta. Umunya diperlukan oleh lebih dari stau instansi, akan lebih bermakna bola dapat saling diperlukan (dapat di akses oleh instansi terkjait)
  • Pertukaran data antar instansi terkait, bila dapat terwujud akan memberikan efisiensi pemanfaatan dana yang sangat signifikan, sekurangnya biaya proses pengolahan / analisa data dapat dihemat 



Assessing Implications of Land-use and Land-cover Change (LUCC) Dynamics for Conservation of A Highly Diverse Tropical Rain Forest
 
Alejandro Flamencon Sandoval, Miguel Martınez Ramos, Omar Raul Masera
Jurnal ini difokuskan pada perubahan tutupan lahan hutan ke non-hutan (deforisasi) dari waktu ke waktu yang berdampak kepada keanakaragaman hayati, dengan melakukan analisis dinamika deforisasi di Selva El Ocote menggunakan metode integrasi antara penginderaan jauh dengan sistem informasi geografis (SIG) dan alat-alat standar untuk analisis.








Wilayah studi memiliki kondisi fisik wilayah yang beraneka ragam. Diantaranya memiliki toporafi yang tidak rata berkisar antara 60 – 2080 mdpl, curah hujan yang tinggi dan memiliki kelembaban yang tinggi pula, memiliki susunan struktur geologi berupa karst, memiliki 20 kategori tutupan lahan, serta lebih dari 100 jenis tanah. Daerah ini termasuk kedalam salah satu jenis hutan tropis lembab yang ada di Mexico yang didalamnya terdapat lebih dari 2000 spesies tumbuhan dan 97 spesies mamalia.

Metode Analisis
  • Analisis Tutupan Lahan
  • Analisis Perubahan Tutupan Lahan dan Penggunan Lahan
  • Analisis Probabilitas Transisi Penggunaan dan Tutupan Lahan
  • Analisis Laju Deforestasi
  • Skenario Masa Depan
Hasil Analisis
  1. Perubahan Tutupan dan Penggunaan Lahan
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar